The Hunger Games Mockingjay Pin Fauzi: Andai Aku Menjadi "Ketua Osis"

Minggu, 15 Juli 2012

Andai Aku Menjadi "Ketua Osis"

ANDAI AKU SEORANG “KETUA OSIS”

Masa SMA merupakan saat indah yang tak terlupakan. Banyak yang bilang masa SMA adalah waktu yang tepat untuk menjalin kebersamaan dengan teman-teman. Tak hanya bersenang-senang dan menuntut ilmu, ketika diri kita mampu mengukir prestasi di usia yang masih belia, tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri. Contohnya seperti berkecimpung di dunia organisasi seperti OSIS.
Bergabung dengan organisasi paling beken di sekolah tak dipungkiri lagi dapat melambungkan nama kita menjadi the most wanted. Julukan seperti itu tak berlebihan jika mengetahui betapa penting peran OSIS dalam membantu mengembangkan kemampuan pelajar. Dan yang paling membanggakan adalah ketika diri kita dipercaya menjadi sosok ketua OSIS.

OSIS (kepanjangannya adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama((SMP)) dan Sekolah Menengah Atas((SMA)). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing seorang guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.
Struktur Organisasi

Bagi sebagian orang mungkin menganggap menjadi ketua OSIS itu sangat menyenangkan ;bisa dikenal banyak orang(famous),dikenal oleh guru,memiliki aksesibilitas yang tinggi,prestasi sekaligus prestise.Memang benar ! tapi itu hanyalah sekelumit hal-hal yang akan kita alami saat menjalankan tugas menjadi seorang pemimpin organisasi intra sekolah ini.Seharusnya setiap orang yang berkeinginan dan atau berkesempatan menjadi ketua OSIS aware akan “apa saja” yang akan dihadapi pasca terpilih nanti.Hal pertama yang harus dilakukan adalah membayangkan hal terberat yang akan dihadapi,hal ini bukan dimaksudkan membebani ketua OSIS terpilih.Namun hal ini dimaksudkan agar jika suatu saat nanti menghadapi masalah terberat sekalipun bisa mengatasi dan tidak terbebani oleh masalah-masalah tersebut.Seperti itulah,saat mendapat tugas apapun kita harus membayangkan hal terberat yang akan dihadapi jangan hanya melihat hal-hal yang indah yang akan didapatkan.Sehingga tugas seberat apapun akan terasa lebih ringan.


Hal kedua yang harus dilakukan adalah;berusaha untuk selalu siap dalam menghadapi segala tantangan saat melakasanakan tugas,karena SIAP adalah 50 % dari KEBERHASILAN 50%-nya lagi ditentukan oleh proses kepemimpinan dan variable-variable yang menjadi objek kepemimpinan kita (siswa siswa) dalam melaksanakan tugas.Dalam hal ini SIAP mencakup dua hal:
- SIAP MENTAL, dalam menjalankan tugas tidak jarang seorang ketua OSIS dihadapkan pada momentum yang menuntut mentalnya harus sekeras baja.Tidak hanya saat berbicara di depan umum namun juga saat mendapatkan kritik” pedas” dari guru,teman,atau siapa saja yang kritis terhadap OSIS yang kadang-kadang menuntut kesabaran yang super. Bukan itu saja,terkadang sebagai ketua OSIS kita mengalami ambivalensi,konsisten menjalankan tanggung jawab dengan konsekwensi menjadi orang yang “tidak di sukai” atau menjadi orang yang “di sukai “ dengan menjalankan tanggung jawab tidak secara total dan parsial dalam mengambil kebijakan, misalnya saat harus mengadakan razia siswa yang memakai perhiasan berlebihan,saat itulah komentar-komentar miring yang terkadang menyakitkan hati harus kita terima

.Namun lain halnya jika kita menyerahkan kembali perhiasan hasil razia yang kita laksanakan dengan cara backstreet,kita akan dianggap ketua OSIS sekaligus teman yang sangat baik. Sebaliknya jika kita konsisten dengan tidak mengembalikan perhisan-perhisan tersebut,kita akan dianggap tinggi hati,lupa teman atau masih banyak lagi “sebutan-sebutan” yang ditujukan pada kita.Konsepsi seperti ini muncul dikarenakan oleh adanya pergeseran nilai terhadap sesuatu yang kita anggap baik, “orang baik” adalah orang yang indisipliner menurut sekelumit orang dari perspektif yang di dasarkan pada pergeseran nilai tersebut.Seperti halnya seorang polisi yang membiarkan seorang pengemudi tanpa SIM bebas berlalu lalang di jalanan tanpa mendapat sanksi,entah karena pengemudi tersebut keluarga ,teman atau kenalannya.Padahal saat itu diadakan sweeping.Pengemudi tersebut pasti akan menganggap polisi yang memberikan keistimewaan kepadanya adalah orang yang sangat baik.seperti itu pula yang terjadi pada seorang ketua OSIS dalam fungsiya menegakkan tata tertib.Sebagai ketua OSIS yang baik,apa yang akan kita pilih,menjadi” ketua OSIS yang baik” dari perspektif yang didasarkan pada pergeseran nilai atau” ketua OSIS yang baik “dari perspektif loyalitas,responsibilitas dan kredibilitas ?

SIAP FISIK,dalam menjalankan program tak jarang sebagai ketua dituntut untuk ekstra kerja keras.Ketua OSIS sangat berbeda dengan siswa siswi pada umumnya,yang hanya datang ke sekolah pukul 07.00,belajar,dan kembali ke rumah pukul 14.00.Sebagai ketua OSIS,ada banyak tugas yang menunggu.Tugas-tugas tersebut menuntut perhatian dan waktu yang lebih dari kita,ada orang-orang yang siap memberikan kritikan,baik kritik yang konstruktif maupun kritik yang hanya berasal dari pihak-pihak yang berkomentar “pedas” karena dilkitasi olah sentimen ketidaksukaannya kepada kita.Mau tidak mau,sebagai ketua OSIS harus siap dengan hal-hal yang semacam itu,Sebelumnya harus disadari bahwa tugas-tugas tersebut pada hakikatnya adalah permintaan kita saat berani mencalonkan diri atau menerima tugas sebagai ketua OSIS,dengan kata lain BERANI MENJADI KETUA OSIS berarti BERANI MENERIMA TANGGUNG JAWAB.Hanya itu? Tidak ada lagi,bahkan mungkin hal ini tidak hanya menuntut kesiapan fisik namun juga kesabaran.Saat melaksanakan suatu kegiatan yang kepanitiaannya dipercayakan kepada OSIS,terkadang sebagai ketua kita harus bekerja sendiri,semua hal harus kita yang melakukannya.Kemana pengurus yang lain ? “tidak tahu”,”aku pulang ya….sakit perut”ada urusan keluarga”,alasan klasik seperti itu yang selalu dijadikan tameng oleh pengurus-pengurus yang tak bertanggung jawab dan tak konsisten dalam menjalankan tugasnya,tidak berpikir atau setidaknya membayangkan hal-hal yang akan menjadi kewajiban mereka saat menerima tugas sebagai pengurus OSIS,atau hanya menjadikan OSIS sebagai wadah menaikkan gengsi bukan sebagai wadah penampung aspirasi siswa.Apalagi saat harus membuat suatu pertemuan/rapat,kita harus berkeliling memasuki setiap kelas memberi pengumuman dan ternyata tidak satupun yang datang menghadiri rapat dengan alasan-alasan klasik diatas.

Berkeliling kelas…? Itu bukan hal yang mudah,melelahkan namun tetap harus kita lakukan.Itulah sekelumit alasan diperlukannya kesiapan fisik saat menjadi ketua OSIS,contoh lainnya akan kita dapatkan saat “melaksanakan tugas” tersebut.Hal ini disebabkan paradigma siswa-siswi sebagai variable yang menjadi objek kepemimpinan kita mungkin memiliki tendensi yang berbeda dengan objek kepemipinan yang lain

Jika saya nantinya menjadi ketua OSIS SMAN 20 Surabaya, saya berusaha agar bisa menaikkan kualitas pengurus osis lebih baik lagi, misalkan dengan adanya peraturan-peraturan yang dapat menertibkan pengurus osis. Kita juga bisa memperketat hukuman yang didapat jika melanggar. Mengawasi dan memilih secara tepat calon-calon pengurus OSIS agar tidak merugikan pihak sekolah maupun pihak organisasi. Jika berbicara masalah moralitas dan religius siswa, seharusnya pihak OSIS bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membuat suatu program keagamaan ataupun kegiatan yang dapat membangun moral para calon lulusan SMAN 20 Surabaya agar nantinya bisa bersaing dengan lulusan-lulusan SMAN 5 Surabaya atau yang lain. Dengan rutin mengadakan bakti sosial dan rutin mengadakan program religius, nantinya dapat membuka pintu hati para siswa supaya moral mereka bis aterbentuk sempurna nantinya yang dapat digunakan sebagai aset untuk bertahan hidup di kehidupan yang keras nanti.
Sebagai pengurus OSIS nantinya, harus dituntut kreatif agar OSIS lebih menarik dimata siswa. Dengan mengadakan acara yang digemari siswa dan berinovasi untuk kemajuan OSIS SMAN 20 Surabaya, bisa memberikan image positif kepada siswa bahwa OSIS itu tidak menakutkan. Bisa juga dengan cara sosialisasi kepada siswa bahwa mereka bisa menyalurkan bakat dan minat serta kreativitas dan inovasi mereka di dalam suatu wadah organisasi seperti OSIS. Jika berbicara tentang kualitas siswa secara non akademis, kita bisa menggalakkan ekstrakulikuler. Jangan sampai ada siswa yang samasekali tidak mengikuti ekstrakilikuler sama sekali. Minimal wajib satu sesuai keinginan, bakat dan minat siswa. Pihak sekolah pun juga bisa bekerja sama dengan OSIS untuk memberikan pelatihan terbaik bagi ekstrakulikuler di SMAN 20 Surabaya supaya bisa berguna di kemudian hari.
Untuk meningkatkan kualitas pengurus OSIS, kita juga bisa mengadakan LDKS (Latihan Kepemimpina Siswa).

Dengan mendatangkan pelatih yang handal, niscahya hasilnya juga lebih maksimal. Kita juga tidak boleh asal pilih pengurus OSIS. Harus benar-benar diusahakan yang terbaik dari yang terbaikdi SMAN 20 Surabaya. Mereka harus siwa-siswa yang benar-benar pilihan dan dapat dipertanggungjawabkan hasil kerjanya nanti jika sudah tergabung dalam OSIS. Kita harus memilih siswa yang pandai membagi waktu. Karena kita tidak boleh mengesampingkan pelajaran yang sebenarnya sama pentingnya. Terkadang, siswa lebih memilih kegiatan OSIS dibandingka. n masuk kelas dan belajar. Bahkan pada saat kegiatan OSIS itupun mereka tidak berbuat apa-apa. Hanya duduk dan melihat temannya bekerja sambil bercanda gurau, hal seperti inilah yang menjadi batu sandung sebuah wadah organisasi. Kebiasaan ini harus dihilangkan sejak dini agar tidakmerugikan diri sendiri maupun orang lain di kemudian hari.

Mereka harus bekerja sungguh-sungguh dan berusaha tidak menyepelekan sebuah tugas. Mereka yang dipilih harus benar-benar tahu dan menyanggupi tugas-tugas sebagai seorang OSIS. Jangan hanya mengandalkan seorang KETUA OSIS yang sudah terlalu banyak beban mentalnya. Mereka harus lebih peka dari siswa lain. Mereka harus lebih pintar dari siswa lain. Mereka harus lebih rajin dari siswa lain. Mereka harus lebih bertanggung jawab dari siswa lain. Mereka harus istimewa dan mempunyai kemampuan keras. Mereka harus percaya dengan dirinya sendiri. Supaya mereka lebih bisa bertahan hidup di kehidupan yang nyata. Tidak hanya di sekolah, tapi di masyarakat mereka juga harus berperilaku baik dan santun. Dengan banyak pengalaman dan memilih bibit-bibit unggul dari suatu sekolah, OSIS SMAN 20 Surabay dapat bersaing denga OSIS SMAN 5 Surabaya atau dengan SMAN-SMAN se-Indoneisa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar